Firmware Updates Sony BURANO, FX6, VENICE 2, FR7, dan a7S III: Perubahan Besar untuk Sinematografi Modern

Pada ajang BSC Expo 2026 di London, Sony kembali menegaskan posisi mereka sebagai inovator teknologi film dan sinema dengan mengumumkan rangkaian firmware refinements across lini kamera bioskop mereka. Tak hanya VENICE 2—primadona proyek Hollywood (lihat Oppenheimer di IMDb)—update juga merambah ke BURANO, FX6, FR7 hingga a7S III yang populer di kalangan pembuat konten Indonesia. Yang menarik, updates were first announced pada Januari, namun di BSC Expo kali ini, Sony menjelaskan lebih lanjut tentang teknis, waktu rilis, plus perubahan yang muncul dari masukan pengguna awal.

Also read: Sony A6400 Ketinggalan Zaman? Review Kamera Content 2026

FX6: Interface Menyatu dan Dukungan RAW Modern

Bagi pengguna FX6, update firmware versi 6 menghadirkan penyegaran “Big Six” interface, menyatukan tampilan pengaturan utama agar seragam dengan BURANO dan VENICE. Kini, pengaturan eksposur hingga mode rekaman dirangkum dalam satu layar—membuat workflow semakin efisien ketika berpindah antar perangkat sinema Sony. Highlight lain adalah dukungan Blackmagic RAW output (BRAW). Dengan penambahan ini, FX6 kini makin fleksibel untuk masuk ke pipeline produksi BRAW tanpa modifikasi hardware. Rencana peluncuran update FX6 ini ditargetkan untuk Maret, jadi siapkan perangkat Anda.

BURANO: Anamorphic & Full-Frame Lebih Bebas

BURANO — kamera yang menjadi hybrid impian sinematografer — menerima expanded anamorphic lewat firmware versi 3. Kini, selain mode 4×3 klasik, hadir opsi 6×5 untuk Anda pecinta lensa anamorphic 2x demi rasio frame lebih leluasa. Mode baru ini sangat mendukung workflow X-OCN, memperluas kemungkinan ekspresi visual.

Sony juga memboyong high speed capture hingga 120fps dalam 4K, baik Super 35 maupun full-frame. Pengguna full-frame pasti mengapresiasi kemampuan baru over 60fps, yang tadinya jadi keluhan pada peluncuran awal. Ini semakin menarik setelah Sony meningkatkan kecepatan sensor lewat penyesuaian firmware.

Tak sebatas itu, optical low-pass filter BURANO direvisi untuk menyajikan hasil lebih jernih di bawah cahaya tungsten atau matahari kencang. Bagi pemilik lama, Sony menawarkan penggantian filter secara cuma-cuma melalui layanan resmi—sentuhan layanan purna jual yang patut diapresiasi, mengingat seringnya masalah infrared pada produksi panas atau lapangan.

VENICE 2: Exposure Lebih Akurat & Sistem Mini

Pembuat film papan atas seperti yang tercatat di Variety terkait Oppenheimer garapan Christopher Nolan, pasti mengenal VENICE 2. Update v4.1 memperkenalkan fitur EL Zone—pemetaan exposure pakai warna berdasarkan nilai di sekitar middle gray, alternatif canggih pengganti false color. Fitur ini signifikan untuk menjaga hasil konsisten saat syuting di beberapa lokasi atau kru berbeda.

Tidak kalah menarik, kompatibilitas dengan sistem VENICE 2 Mini diaktifkan. Modul ini memindahkan sensor 8K ke “camera head” mini 550g—ideal untuk rig kecil atau ruang sempit. Perlu dicatat, Mini berbeda dengan Rialto 2 karena filter ND elektronik tidak ikut dipindahkan, harus manual ganti filter. Namun output gambar sama persis dan kabel bisa dipasang hingga 12 meter, jadi mobilitas tetap maksimal untuk produksi scale besar seperti diliput di The Hollywood Reporter.

FR7: Subject Tracking Kini Sepintar AI

FR7, kamera robotik PTZ dengan sensor FX6, turut memperluas AI subject tracking. Kini, tidak sebatas mengikuti wajah—sistem dapat membuntuti subjek walau membalikkan badan atau menoleh. Pemain esports, fashion show, dan event dinamis jelas diuntungkan oleh pembaruan ini. Tracking penuh tubuh dan OpenTrackIO-nya memperluas peluang integrasi dengan workflow virtual production, jadi makin relevan di era digital hybrid.

Sony pun mendemonstrasikan Ocellus, sistem tracking markerless dengan lima sensor kerja di spektrum visible & infrared. Jadi, tracking tetap stabil meski ada bagian subjek tertutup sesaat—ampuh untuk kebutuhan virtual production menurut Kompas. Ocellus dapat dipakai live AR atau rekam FBX untuk post production.

a7S III: Autofokus Lebih Gesit & Fitur Autentikasi

Meskipun sudah dirilis beberapa tahun lalu, a7S III tidak dilupakan. a7S III announced update firmware versi 5 yang membawa refinements pada autofocus dan behavior tracking. Ini berarti kamera bisa lebih gesit menangkap subjek bergerak atau berpindah titik fokus secara lebih cerdas ala kamera Sony terbaru. Membuatnya relevan bagi pembuat film independen atau kreator digital yang ingin upgrade performa memanfaatkan kamera lawas.

Tak hanya itu, update kali ini menambah fitur authenticity certification di metadata still image—fitur yang sangat penting untuk jurnalis, fotografer profesional, maupun pelaku hukum. Untuk video, fitur ini baru tersedia pada lini kamera berita Sony, bukan di a7S III, namun tetap layak dinanti jika suatu saat ekspansi fitur diumumkan di masa depan.

Also read: Sony A7 IV Review 2025: Masih Relevan untuk Filmmaker Profesional?

Jaminan Stabilitas Lewat Quality Control Ketat

Firmware update memang jadi double edged sword bagi produsen kamera—harapan pengguna tinggi, tapi risiko bug dan glitch selalu mengintai. Daniel Listh dari Sony di booth BSC mengungkapkan, mereka memperpanjang periode uji coba internal hampir sebulan penuh sebelum publikasi update agar stabilitas makin terjaga. Ini respons serius pada earlier coverage Sony outlined yang pernah mengalami masalah update di masa lalu, membuktikan komitmen meningkatkan keandalan across the lineup.

Harga? Semua Update Firmware Diberikan Gratis!

Mungkin berita terbaik: seluruh updates were first announced dan kini diluncurkan ini tersedia gratis melalui laman Sony Support. Tak perlu biaya tambahan untuk dapatkan fitur baru di perangkat Anda, baik untuk FX6, BURANO, FR7, VENICE 2, maupun a7S III yang melengkapi ekosistem Sony dari indie hingga blockbuster.

Kesimpulan: Evolusi Kamera Sony Berlanjut

Bisa dibilang, pengumuman firmware refinements across BURANO FX6 VENICE, FR7, dan a7S III ini membuat kamera-kamera flagship Sony makin kompetitif dan relevan, baik untuk sinematografi profesional, produksi virtual, hingga pencipta konten online di Indonesia. Entah Anda loyalis Sony atau sekadar observer, jelas changes were first announced ini adalah bukti bagaimana Sony serius pada masa depan teknologi visual.

Bagaimana pendapatmu tentang pembaruan firmware ini? Apakah ada fitur yang kamu tunggu-tunggu atau justru ide fitur baru? Sampaikan di kolom komentar, dan baca juga sumber asli pengumuman di CineD untuk rincian teknis.

We’d love to keep you updated

Get instant access to free production templates
+ weekly film industry insights.

Read our privacy policy here!

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *